Skip to content

JADIKANLAH AQIDAH ANDA BERSUMBER DARI AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Januari 7, 2008

ﺨﺪ ﻋﻘﻴﺪ ﺘﻚ

 

ﻤﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎ ﺐ ﻮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﺔ

JADIKANLAH AQIDAH ANDA BERSUMBER DARI

AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Bagian I

—————————————————————–

Dengan nama Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya,dan memohon ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah dan tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba’du

Berikut ini adalah soal-jawab tentang masalah-masalah penting dalam aqidah, disertai dengan dalil-dalilnya dari Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga dengan demikian keshahihan jawaban yang dikemukakan dapat diterima dengan lapang dada oleh para pembaca, karena aqidah tauhid adalah asas kebabhagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Semoga soal jawab ini bermanfaat bagi kaum muslimin dan ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala.

 

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

 

 

Hak Allah atas hamba-Nya

S : Untuk apakah Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan kita ?

J : Allah menciptakan kita ialah untuk beribadah kepada-Nya, dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

 

وﻤﺎ ﺨﻠﻘﺕ ﺍﻟﺠﻦ ﻮﺍﻻﻨﺲ ﺍﻻ ﻟﻴﻌﺑﺪﻮﻦ

 

“Aku menciptakan jin dan manusia, tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada-Ku”. (Surat Adz-Dzariyat: 56).

 

Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya-ed):

 

ﺤﻖ ﺍﷲ ﻋﻟﻰ ﺍﻟﻌﺑﺪ ﺍﻦ ﻴﻌﺑﺪﻩ. ﻮﻻﻴﺸﺮﻜﻮﺍ ﺑﻪ ﺸﻴﺌﺎ

 

“Hak Allah yang wajib dilaksanakan para hamba-Nya ialah supaya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mensekutukan sesuatu apapun dengan-Nya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

S : Apakah ibadah itu ?

J : Ibadah ialah segala ucapan dan perbuatan yang dicintai oleh Allah Subhanahu Wata’ala seperti doa, shalat, menyembelih binatang dan lain-lainnya.

Firman Allah Ta’ala:

 

ﻗﻞ ﺍﻦ ﺼﻼﺘﻲ ﻮﻧﺴﻜﻲ ﻮﻤﺣﻴﺎﻱ ﻮﻤﻤﺎﺘﻲ ﻠﻠﻪ ﺮﺐ ﺍﻠﻌﻠﻤﻴﻦ

 

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (Surat Al-An’am: 162).

Dan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam:

 

 

ﻗﺎﻞ ﺘﻌﺎﻠﻰ : ﻮﻤﺎ ﺘﻘﺮﺐ ﺍﻠﻲ ﻋﺒﺪﻱ ﺒﺸﻲﺀ ﺍﺤﺐ ﺍﻠﻲ ﻤﻤﺎ ﺍﻓﺘﺮﺿﺘﻪ ﻋﻠﻴﻪ

“Allah Ta’ala berfirman: Tiada suatu amal yang lebih aku cintai yang dilakukan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku daripada apa yang elah Aku wajibkan kepadanya”. (Hadits Qudsi riwyat Al-Bukhari).

 

S : Bagaimana kita beribadah kepada Allah ?

J : Kita beribadah kepada Allah adalah menurut cara yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Karena Allah Ta’ala berfirman:

 

ﻴﺎﺍﻴﻬﺎﺍﻠﺬﻴﻦﺍﻤﻨﻭﺍﺍﻂﻴﻌﻭﺍﺍﷲ ﻭﺍﻂﻌﻭﺍ ﺍﻠﺮﺴﻭﻝ ﻭﻻﺘﺒﻂﻠﻭﺍ ﺍﻋﻤﺎﻠﻜﻢ

 

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan janganlah kamu merusakkan amal-amal kamu”. (Surat Muhammad: 33).

Dan Rasulullah pun bersabda:

 

ﻤﻥ ﻋﻤﻞ ﻋﻤﻼ ﻠﻴﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻤﺮﻨﺎ ﻓﻬﻭ ﺮﺪ

 

“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal tanpa ada dasarnya dari tuntunan agama kita, maka amalnya tersebut ditolak (tidak diterima)”. (HR Muslim).

 

S : Apakah kita dalam beribadah kepada Allah itu dengan rasa takut dan penuh harap ?

J : Ya. Demikianlah kita beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala memberikan gambaran tentang kaum mu’minin yang sebenarnya dengan berfirman:

 

ﻴﺪﻋوﻦ رﺒﻬم ﺨوﻓﺎ وﻄﻣﻌﺎ

“Mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap” (Surat As-Sajdah: 16).

Dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ﺃﺴﺄﻞ ﺍﷲ ﺍﻟﺟﻨﺔ, وﺍﻋوﺫﺑﻪ ﻤﻥﺍﻟﻨﺎﺮ

“Aku memohon kepada Allah (pahala) surga dan berlindung kepada-Nya dari (siksa) neraka”. (Hadits shahih riwayat Abu Dawud).

 

S: Apakah yang dimaksud dengan ihsan dalam ibadah ?

J : Ihsan ialah senantiasa merasa bahwa Allah melihat, mengawasi dan mengetahui ibadah yang kita lakukan itu.

Firman Allah Ta’ala:

ﺍﻟﻨ ﻯ ﻴﺮﺍﻚ ﺤﻴﻥ ﺗﻘﻮﻢ ﻮﺗﻘﻟﺑﻚ ﻔﻰﺍﻟﺴﺠﺪﻴﻥ

“(Tuhan) yang melihatmu ketika kamu berdiri (melakukan shalat) dan (melihat) perubaha gerak badanmu diantara orang-orang yang bersujud” (Surat Asy-Syu’ara: 218-219).

 

Dan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam:

ﻻﺤﺴﺎﻥﺘﻌﺑﺪﺍﷲﻜﺄﻧﻚﺘﺭﻩﻔﺈﻟﻡﺘﻜﺘﺭﻩﻔﺈﻧﻪﻴﺭﻚ

“Ihsan ialah beribdah kepada Allah dalam keadaan seolah-olah kamu melihat-Nya; jika kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya ia melihatmu”. (Hadits Riwayat Muslim).

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. Ummu 'Abdillah permalink
    Januari 11, 2008 11:35 pm

    Bismillahirrohmanirrohim

    Alhamdulillah. Semoga istiqomah di up date nya hingga akhir kitab. InsyaLLoh sangat bermanfaat tuk mengokohkan dasar kita. Ditunggu kelanjutannya. Barokallohu Fiyk

  2. Januari 12, 2008 11:37 pm

    Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: